Rumah Bambu Minimalis Modern

Hunian rumah bambu minimalis modern memang semakin dilirik dalam beberapa tahun belakangan. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya permintaan dan jumlah penjualan rumah bambu semi permanen di pasaran, yang menjadi bukti bahwa peminat rumah bambu cukup diminati.

Penggunaan bambu yang merupakan material alami dianggap memiliki nilai seni tinggi. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau dibandingkan membangun rumah dari kayu atau beton. Apalagi, dengan proses pengawetan yang benar rumah bambu dapat bertahan hingga puluhan tahun.

6 Inspirasi Desain Rumah Bambu

Berencana membangun hunian dari material dasar bambu, namun belum mendapatkan model atau desain yang tepat? Beberapa referensi rumah bambu di bawah ini dapat dijadikan pertimbangan:

  1. Rumah Panggung Bambu Minimalis
Rumah Panggung Bambu Minimalis
livingasean.com

Hunian berbahan dasar bambu bergaya minimalis dapat menjadi pilihan yang tepat. Mengusung konsep panggung 2 tingkat, dikombinasikan jendela kaca berukuran cukup luas akan menampilkan suasana klasik modern, yang begitu sejuk dan menenangkan.

  1. Rumah Bambu Minimalis Berbentuk Limas
Rumah Bambu Minimalis Berbentuk Limas
travelden.co.uk

Mengaplikasikan atap limas dari rumbia dengan atap bambu akan menghadirkan nuansa tradisional sangat kental pada hunian Anda. Untuk menambahkan kesan minimalis, maka bisa memasang sliding door dari kaca sehingga rumah terlihat lebih apik.

  1. Rumah Bambu 2 Lantai Desain Klasik Modern
Rumah Bambu 2 Lantai Desain Klasik Modern
livingasean.com

Bangunan dari bambu memang kuat dengan unsur pedesaan yang khas. Namun, apabila dipadukan dengan penggunaan jendela dan pintu kaca, maka akan menghadirkan kesan minimalis modern. Jadi, rumah akan tampak semakin unik, dan terlihat nyaman dihuni.

  1. Rumah Bambu Kombinasi Beton
Rumah Bambu Kombinasi Beton
pinterest.com

Siapa bilang material bambu tidak dapat dipadukan dengan beton? Kombinasi kedua bahan bangunan yang kontras tersebut faktanya akan menghadirkan kesan lebih unik. Anda dapat menggunakan bambu sebagai penyangga rumah beton agar tampak serasi.

  1. Rumah Bambu Bergaya Klasik Modern
Rumah Bambu Bergaya Klasik Modern
pinterest.com

Mengkombinasikan material bambu dengan beton secara terstruktur dan konsisten akan membuat hunian tampak lebih kompleks. Bagi Anda yang menyukai hunian bernuansa klasik modern, maka dapat menjadikan gabungan bahan bambu dan beton pada bangunan.

  1. Rumah Bambu Desain Etnik
Rumah Bambu Desain Etnik
pinterest.com

Ingin memiliki rumah bernuansa etnik layaknya vila-vila di berbagai pulau eksotis, seperti papua? Anda dapat menjadikan rumah berbahan dasar bambu sebagai solusinya. Untuk menambah kesan tradisional, gunakan atap rumbia dengan desain lengkung.

Tips Membangun Rumah Bambu

Pembangunan rumah bambu dapat menjadi solusi memiliki hunian idaman dengan modal ekonomis. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membangun rumah dari material bambu.

Di bawah ini adalah tips membangun rumah bambu terbaik yang dapat dijadikan sebagai panduan:

  • Menggunakan Batang Bambu Tua

Apabila Anda hendak membangun hunian dari bahan dasar bambu, sebaiknya pilihlah batang bambu berumur tua. Hal tersebut dikarenakan bambu tua mempunyai daya tahan lebih kuat, dan tahan lama. Selain itu, pilihlah pohon bambu berbatang lurus.

  • Mengawetkan Bambu

Supaya bambu dapat bertahan dalam jangka waktu lama hingga puluhan tahun, maka harus dilakukan proses pengawetan. Ada beberapa teknik pengawetan bambu yang dapat diterapkan, termasukan dengan memanfaatkan oli bekas, boraks, maupun solar.

  • Memilih Jenis Bambu Terbaik

Perlu diketahui, bahwa tanaman bambu terdiri atas beberapa jenis. Oleh karenanya, Anda dituntut mengetahui jenis seperti apa yang cocok untuk dijadikan bahan dasar rumah. Hingga saat ini, jenis yang banyak digunakan adalah bambu betung dengan diameter 12 cm – 20 cm.

  • Mengaplikasikan Bambu Secara Parsial

Apabila Anda berencana membangun rumah bambu bernuansa tradisional, maka disarankan menggunakan material bambu secara menyeluruh untuk menampilkan kesan natural dan artistik. Apalagi, bambu juga cocok dijadikan sebagai lantai dan atap rumah.

  • Hindari Penggunaan Paku Besi

Material paku tidak bersifat lentur sehingga berpotensi merusak batang bambu. Sebaliknya, supaya aman, maka Anda dapat menggunakan bor untuk membuat lubang.

  • Tidak Mengaplikasikan Cat Yang Dapat Merusak Warna Asli Bambu

Seperti diketahui, bahwa warna alami bambu sudah tampak cukup menarik dan memberikan kesan klasik dan unik. Selain itu, penggunaan cat, seperti plamir atau transparan dapat menampilkan tekstur asli bambu sehingga membuatnya tampak tidak menarik.

  • Sesuaikan Desain dengan Kondisi Lingkungan

Untuk menciptakan kesan menyatu dengan lingkungan sekitar, maka dibutuhkan kemampuan menyesuaikan desain dengan situasi. Anda bisa mengkombinasikan penggunaan bambu dengan bahan alami lain, seperti batu alam, atap rumbia, dan lain sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Bambu Sebagai Bahan Konstruksi

Selain memiliki kelebihan yang menjadi nilai plusnya, bambu juga mempunyai beberapa kekurangan untuk dijadikan sebagai material konstruksi. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan membangun rumah dari bahan dasar bambu, sebaiknya ketahui apa saja kelebihan maupun kekurangannya.

Kelebihan bahan bambu:

  • Bersifat Elastis

Bambu merupakan material bangunan yang terkenal memiliki tingkat elastisitas tinggi. Kelenturan batang bambu membuat bahan ini sangat direkomendasikan sebagai salah satu solusi bahan konstruksi terbaik, khususnya pada pemukiman rawan gempa.

  • Instalasi Mudah
Baca Juga:  Carport Minimalis

Proses persiapan material lebih mudah sebab bisa langsung pakai tanpa perlu diolah secara khusus. Hal tersebut akan mempermudah dalam mendesain bambu.

  • Ramah Lingkungan

Apabila Anda sedang mencari bahan konstruksi ramah lingkungan, maka bambu dapat menjadi pilihan terbaik. Selain itu, keberadaan bambu juga dapat mencegah terjadinya erosi, membantu menstabilkan kelembaban, dan menyerap zat CO2 di udara.

  • Harga Ekonomis

Dibandingkan kayu, bambu memiliki harga lebih terjangkau. Di pasaran, Anda bahkan dapat membeli 1 batang bambu dengan diameter 2 cm seharga Rp. 10.000. Tentu hal tersebut akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda yang berencana membangun rumah bambu.

  • Kokoh

Meskipun tampak rapuh, namun siapa sangka jika bambu memiliki ketahanan baik. Hal tersebut tidak terlepas dari serat pendek yang terkandung dalam bambu. Sehingga walaupun bobotnya ringan, akan tetapi bambu terbukti mempunyai daya tahan super.

Kekurangan bahan bambu:

  • Durabilitas Rendah

Bambu memiliki durabilitas rendah karena sangat mudah terserang hama kumbang bubuk. Oleh sebab itu, material konstruksi dari bambu tidak akan bertahan lama. Khususnya jika tidak diawetkan, maka bambu tidak akan bisa bertahan lebih dari lima tahun.

  • Karakteristik Tidak Seragam

Karena termasuk dalam kategori material alami, maka karakteristik bambu umumnya berbeda. Hal tersebut mengharuskan Anda untuk lebih teliti dalam menyeleksi bambu yang akan digunakan, baik itu diameternya, ruasnya, dan lain sebagainya.

  • Rentan Terbakar

Pada dasarnya bambu memang rentan terhadap api sehingga mudah terbakar. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan bambu, akan tetapi tentu saja Anda perlu mengeluarkan anggaran lebih tinggi.

  • Kekuatan Sambungan Rendah

Rangkaian struktur bambu umumnya dilakukan menggunakan pasak, paku atau tali ijuk, yang terbilang rendah dalam bidang konstruksi. Hal tersebut tentu saja berpotensi membuat bambu menjadi pecah, dan struktur serta kekuatan bahan menjadi rusak.

Rumah bambu minimalis dapat menjadi solusi terbaik memiliki hunian idaman meskipun budget pas-pasan. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bambu terbesar, dan Anda dapat membeli material utama untuk rumah dengan harga jauh lebih terjangkau.

Itulah penjelasan tentang rumah bambu, tertarik untuk membuat rumah bambu?
Semoga artikelnya bermanfaat ya!